Suasana di laboratorium terasa berat. Hanya terdengar bunyi lirih dari kejauhan suara napas tersengal para penduduk yang terbaring. Aroma obat bercampur keringat memenuhi ruangan, menambah rasa pengap dan tegang. Setiap orang yang berada di sana menatap Lynx dan kedua Leluhur dengan mata yang menyimpan harap, seakan keselamatan mereka bergantung pada sosok-sosok di depan mereka.

Leluhur Han Tiansheng akhirnya memecah keheningan. Ia berdiri tegak di samping meja panjang, menatap layar bercahaya yang menampilkan kondisi penduduk satu per satu. Suaranya dalam, tenang, namun mengandung keraguan.

"Tuan Xiao, saya sudah melihat semuanya," ucapnya perlahan. "Saya paham apa yang ingin anda lakukan. Anda ingin menggunakan teknik pembekuan Eternal Stasis Casket untuk memberi lebih banyak waktu bagi mereka yang sekarat... Tetapi..."

Lynx menoleh dengan sorot mata tajam, alisnya sedikit berkerut.

"Ada apa, Leluhur? Katakan saja, jangan ragu."

Han Tiansheng menghela napas panjang. Jemarinya yang kurus mengepal, terlihat jelas dilema di wajahnya.

"Jumlah mereka... ada ribuan orang. Dengan kekuatan kami berdua, kami hanya mampu membekukan sekitar seratus orang saja. Itu pun tidak maksimal. Sisa yang lain..." Ia tidak melanjutkan, tapi tatapan matanya berkata lebih banyak daripada kata-kata.

Xue Yuning yang berdiri di sampingnya menunduk sejenak, sebelum menambahkan dengan suara berat.

"Betul apa yang dikatakan Leluhur Han. Kami tidak menyangka jumlah orang yang harus dibekukan sebanyak ini. Selama hidup, paling banyak kami hanya membekukan tiga orang sekaligus. Itu pun hanya dalam keadaan darurat, karena jarang ada yang membutuhkan teknik ini."

Begitu kata-kata itu terucap, seisi ruangan seperti tenggelam dalam kesunyian. Wajah-wajah yang tadinya menyimpan harapan kini berubah muram. Beberapa tetua suku menunduk lesu. Lala menggigit bibirnya, matanya berair, sementara Jelita menutup wajah dengan kedua tangannya agar isakannya tak terdengar. Seorang ibu yang tadi berharap anaknya bisa diselamatkan menahan tangis di bahu suaminya, tubuhnya bergetar hebat.

Lynx berdiri diam, memandang mereka semua. Aura tenangnya seolah menjadi satu-satunya tiang yang menahan runtuhnya keputusasaan di ruangan itu. Ia lalu berkata dengan suara rendah tapi mengandung tekad.

"Leluhur... apakah benar tidak ada cara lain? Bagaimana jika aku menyalurkan kekuatanku untuk membantumu? Kita bisa melakukannya bersama."

Han Tiansheng menggeleng pelan, wajahnya tampak menyesal.

"Tidak sesederhana itu, Tuan Xiao. Teknik pembekuan ini hanya bisa dilakukan oleh kultivator yang menguasai elemen es dan menggunakan Qi yang diolah dengan metode khusus. Energi dari luar tubuh tidak bisa dipakai, sehingga percuma menerima energi dari luar."

Xue Yuning menambahkan, nadanya lembut tapi penuh kesedihan.

"Selain itu, setiap kali kami membekukan seseorang, kami harus menanggung risiko besar. Jika dipaksakan ke ribuan orang... kami sendiri bisa kehilangan nyawa sebelum setengah dari mereka terselamatkan."

Ruangan itu kembali hening. Hanya terdengar isak tertahan dan suara napas berat para korban. Lala akhirnya jatuh berlutut di samping meja, tangannya bergetar memegangi tabung obat yang nyaris kosong. Jelita berdiri mematung sambil menatap Lynx, matanya penuh air mata.

Tidak ada seorang pun yang berbicara. Kesedihan meresap ke setiap sudut ruangan seperti kabut dingin yang tidak bisa diusir. Semua orang menyadari betapa tipisnya batas antara harapan dan keputusasaan malam itu.

Lynx berdiri tegak di tengah laboratorium, matanya memancarkan tekad yang tak tergoyahkan. Para penduduk yang berkumpul di luar ruangan tampak cemas, menunggu keajaiban apa pun yang bisa menyelamatkan keluarga mereka. Suasana menjadi hening dengan suara napas lemah para pasien bercampur dengan dengung alat yang tidak pernah dikenal oleh para Leluhur Sekte Pedang Es.

Lynx lalu menatap kedua Leluhur itu, lalu berkata dengan suara dalam namun tetap tenang.

"Leluhur, maafkan jika kata-kataku menyinggung. Tapi bisakah anda mengajariku teknik Eternal Stasis Casket itu? Jika memang ini satu-satunya cara untuk menolong mereka, aku tidak bisa hanya menonton. Sebagai gantinya, aku pasti tidak akan melupakan jasa sekte Pedang Es."

Leluhur Han Tiansheng terdiam sesaat. Lalu ia tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala, wajah tuanya memancarkan rasa hormat pada keberanian pemuda di depannya.

"Tuan Xiao, anda sudah menolong sekte kami dari kehancuran. Mana mungkin aku keberatan mengajarkan ini. Tetapi Eternal Stasis Casket bukan teknik biasa. Dibutuhkan ratusan tahun untuk menguasainya. Bahkan Ketua Sekte kami hingga hari ini belum mampu menggunakannya, dia hanya menguasai teorinya. Walaupun kami bisa memberimu kuncinya, teknik tersebut hanya bisa di gunakan oleh orang yang memiliki elemen es dan untuk dapat menggunakannya, membutuhkan kekuatan Qi yang sangat besar. Terlebih... jumlah orang yang harus dibekukan sebanyak ini, itu hampir mustahil dilakukan tanpa pengalaman panjang."

Lynx mengepalkan tangannya, sorot matanya berkilat seperti api yang tak bisa dipadamkan.

"Leluhur, kita tetap harus mencobanya. Aku tidak bisa membiarkan keluarga kami mati sia-sia hanya karena kita takut mencoba."

Han Tiansheng menghela napas panjang, mengamati wajah pemuda itu. Dalam matanya, terlihat keteguhan yang tidak pernah ia lihat bahkan dari murid-muridnya sendiri.

"Baiklah," ucapnya akhirnya dengan nada berat namun penuh penghargaan. "Aku akan membekukan beberapa orang menggunakan Eternal Stasis Casket di hadapanmu. Aku juga akan memberimu kunci rahasia teknik ini. Anggap saja ini tanda terima kasih kami karena engkau telah menyelamatkan Sekte Pedang Es dari kehancuran."

Lynx menundukkan kepala dalam-dalam.

"Terima kasih, Leluhur."

Segera mereka semua keluar dengan wajah tegang terbayang jelas. Mereka kemudian memilih tujuh orang yang memiliki kondisi paling parah untuk di bekukan.

Han Tiansheng melangkah maju. Udara di sekelilingnya mendadak berubah dingin, uap putih tipis mulai mengepul dari telapak tangannya. Suhu ruangan perlahan turun, membuat para penduduk yang berada di sekitar pintu meringkuk kedinginan. Suara retakan es yang samar terdengar di udara ketika ia mulai mengumpulkan Qi es dari inti spiritualnya.

"Eternal Stasis Casket," ucapnya pelan, namun suara itu bergema seperti mantra yang memanggil kekuatan alam.

Cahaya biru pucat membungkus tubuh Leluhur Han. Ia menggerakkan kedua tangannya perlahan, membentuk segel rumit yang memancarkan aura kuno. Suara desir angin dingin terdengar, lalu enam tubuh penduduk yang hampir sekarat terangkat perlahan dari lantai, melayang setinggi pinggang. Dalam sekejap, kristal es transparan mulai merayap dari kaki mereka ke seluruh tubuh, membungkus mereka dalam lapisan es yang berkilau seperti kaca.

leluhur Xue Yuning segera berkata kepada Lynx melalui telepati. Teknik ini adalah teknik rahasia milik sekte mereka sehingga tidak semua orang boleh mengetahuinya.

"Tuan Xiao, dengarkan baik-baik. Jurus ini sebenarnya sama dengan teknik pembekuan milik para sekte benua Beihan. Tetapi perbedaannya, jika teknik mereka akan langsung membunuh targetnya karena suhu dingin menyerang jantung, sementara teknik Eternal Stasis Casket ini, adalah pengembangan yang diciptakan oleh leluhur kami sebelumnya digabungkan dengan teknik penyembuhan. Kunci dari Eternal Stasis Casket bukan sekadar gerakan tangan atau mantra. Ada tiga inti yang harus kau kuasai," ucap Xue Yuning di dalam pikiran Lynx, namun setiap kata terasa berat.

Ia mengangkat tangannya, membentuk segel sederhana. Aura dingin tipis muncul dari telapak tangannya.

"Pertama, alirkan Qi ke inti spiritualmu lalu padukan dengan energi elemen es. Tidak cukup hanya membekukan, kau harus mengendalikan suhu hingga mencapai titik di mana kehidupan bisa berhenti bergerak tanpa benar-benar mati. Itulah kunci pertama, mengendalikan suhu kehidupan."

Ia memutar tangannya membentuk pola lingkaran di udara. Uap putih mengikuti gerakannya, membentuk pusaran kabut tipis yang tenang. Lynx memperhatikan setiap detail gerakan yang di lakukan leluhur Xue Yuning.

"Kedua, fokuskan Qi pada titik-titik vital tubuh orang yang akan dibekukan. Ada enam titik utama yang harus kau sentuh dengan persepsi spiritualmu. Dahi, jantung, kedua bahu, dan kedua telapak kaki. Dengan begitu, energi es bisa mengalir merata tanpa merusak organ dalam."

Xue Yuning maju, suaranya dalam seperti gemuruh es yang retak.

"Dan yang terakhir, kau harus menutup aliran kehidupan dengan segel pengikat. Ini yang paling sulit. Jika kau gagal, mereka bisa mati seketika. Bayangkan tubuh mereka seperti lilin yang nyalanya hampir padam. Kau harus menahan nyala itu tetap hidup, tapi tidak bergerak. Itulah esensi Eternal Stasis Casket. Perhatikan baik-baik!"

"Eternal Stasis Casket" Xue Yuning mengerahkan teknik tersebut kepada pasien ke tujuh yang sengaja di sisakan untuk dapat membuat Lynx melihat jelas bagaimana teknik tersebut di gunakan.

Lynx menyerap setiap kata, matanya berkilau. Ia menutup mata sebentar, merasakan bagaimana Qi dalam tubuhnya berputar. Perlahan ia merasakan energi es yang tipis muncul dari telapak tangannya, meski belum murni.

Beberapa penduduk menahan napas, sebagian menutup mulut menahan isak. Pemandangan itu menggetarkan hati, karena ketujuh orang itu tampak seperti sedang tidur panjang di dalam peti es yang indah, wajah mereka tenang untuk pertama kalinya setelah berhari-hari menahan sakit.

Setelah selesai membekukan ke tujuh orang tersebut, kedua leluhur memandang Lynx dengan tersenyum sedih. Mereka tidak percaya pemuda ini bisa melakukannya, namun dengan latihan tekun, kelak pasti pemuda ini dapat menguasainya, walaupun sudah telat karena tidak dapat menyelamatkan para penduduk yang menderita saat ini.

Leluhur Han Tiansheng berkata dengan suara tenang namun serius.

"Tuan Xiao, perhatikan baik-baik. Teknik ini membuat semua fungsi tubuh masuk ke dalam keadaan tidur. Detak jantung mereka akan sangat lambat, hanya sekali dalam beberapa jam. Nafas mereka hampir tak terasa, dan darah bergerak setipis benang. Selama efek ini bertahan, tubuh mereka tidak akan semakin rusak. Tetapi... saat efeknya mulai melemah, detak jantung akan perlahan kembali cepat, lalu fungsi tubuh normal kembali."

Ia menatap ketujuh tubuh yang kini membeku di udara.

"Selama ini, kami hanya pernah membekukan orang paling lama sebulan. Biasanya sebelum itu, orangnya sudah di tangani hingga sembuh. Namun jika di benua Beihan yang dingin, kemungkinan mereka bisa bertahan lebih dari satu tahun. Di tempat ini... kami tidak tahu pasti, karena suhu dan energi alamnya berbeda."

Xue Yuning berkata dengan suara serius.

"Tuan Xiao, anda sudah melihat dan mengetahui kunci teknik ini. Ingat satu hal lagi. Teknik ini menguras energi spiritual dalam jumlah besar. Sekali membekukan satu orang akan menghabiskan sekitar sepersepuluh inti spiritualku. Jika kami berdua bekerja sama, kami dapat melakukan lebih banyak. Tetapi jika harus ribuan orang seperti ini, sebesar apapun kekuatan yang bisa kami gunakan tidak akan mampu. Kuharap anda mengerti kesulitan yang kami hadapi."

Lynx menyerap setiap kata itu dengan serius, matanya tak lepas dari tubuh-tubuh yang membeku. Di sekelilingnya, suasana berubah hening dan penuh haru. Beberapa penduduk berlutut sambil menitikkan air mata lega, sebagian lain hanya bisa menatap dengan wajah penuh harapan.

